KISAH TRAGIS LARON DAN KISAH MEREKA MENDIRIKAN KERAJAAN BERSAMA PASANGANNYA.

Siapa yang akhir-akhir ini di rumahnya banyak dikunjungi laron? Hewan yang sering bikin rumah berantakan ini ternyata memiliki kisah hidup tragis lhoo…

Eeiitsss… Tapi Ini bukan dongeng ya, ini memang kisah nyata yang akan dialami oleh para laron.

Laron atau anai-anai atau siraru adalah siklus hidup daripada rayap. Laron merupakan rayap yang sudah dewasa dan siap kawin.

Laron yang telah dewasa akan memiliki sayap dan siap terbang pada musim penghujan. Oleh sebab itu, laron dikenal sebagai pertanda musim penghujan akan segera tiba.

Pada saat menjelang malam pada awal musim penghujan, laron-laron akan keluar untuk mencari kehangatan. Biasanya laron-laron terbang mengerumuni lampu, karena disitulah sumber kehangatannya.

Pada saat itu pula, laron-laron akan mencari pasangannya untuk dikawin. Bagi laron yang tidak mendapatkan pasangan pada malam itu juga, mereka akan mati ketika fajar telah tiba.

Laron-laron yang telah mendapatkan pasangannya akan melepaskan sayap mereka dan mereka akan pergi bergandengan untuk mencari sarang baru. Kemudian pasangan tersebut akan menjadi raja dan ratu pada sarang baru mereka.

Sang ratu, kerjanya hanya bertelur sepanjang hidupnya. Dalam setiap kali beltelur, sang ratu dapat mengeluarkan kurang lebih 30 ribu telur.Telur-telur inilah yang nantinya akan menjadi rayap.

Rayap-rayap tersebut nantinya akan menjadi prajurit dan pekerja. Rayap yang memiliki kepala besar akan menjadi prajurit. Sedangkan rayap yang memiliki ukuran yang lebih kecil akan menjadi pekerja.

Rayap prajurit bertugas untuk menjaga ratu dan menjaga sarang dari gangguan luar.

Rayap pekerja akan bertugas mencari makanan, membangun istana, menyuapi ratu, membersihkan telur dan menjaga larva.

Waktu terus berputar sampai rayap-rayap itu menjadi laron dan menjalani hidupnya seperti yang dialami induknya.

Nah… itulah kisah perjalanan laron semasa hidupnya, bagi yang rumahnya merasa terganggu dengan kunjungan laron, kamu bisa mematikan lampu dan menyimpan wadah berisi air di tengah rumah.

Sumber: Tribunlampung

Tinggalkan Balasan